Senin, 07 Desember 2015

tugas


Nama         : Mutia Rahmi
Nim           :261324557
Unit           :1(satu)

PENGGUNAAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP KONSEP PADA MATERI TRIGONOMETRI
A.       Latar Belakang
     Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki peranan penting bagi kemajuan teknologi dewasa ini. Oleh sebab itu, matematika perlu dipelajari siswa sejak dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. Sebagai suatu ilmu pengetahuan matematika bertujuan melatih manusia berfikir logis, kritis, dan bertanggung jawab. Memandang arti penting matematika maka sudah selayaknya jika setiap siswa harus memiliki kemampuan untuk menguasai matematika.
        Matematika sering dipandang sebagai alat untuk mempelajari ilmu-ilmu yang lain. Oleh karena itu penguasaan terhadap konsep matematika mutlak diperlukan dan konsep konsep matematika harus dipahami dengan betul dan benar sejak dini. Hal ini karena konsep-konsep dalam matematika merupakan suatu rangkaian sebab akibat. Suatu konsep disusun berdasarkan konse-konsep sebelumnya, dan akan menjadi dasar bagi konsep-konsep selanjutnya, sehingga pemahamn yang salah terhadap suatu konsep, akan berakibat pada kesalahan pemahaman terhadap konsep-konsep selanjutnya.[1]
       Konsep merupakan istilah dan definisi yang digunakan untuk menngambarkan gejala secara umum atau dengan kata lain konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk menggolongkan atau mengklasifikasi sekumpulan objek.[2]
       Selama ini matematika yang diajarkan di sekolah-sekolah lebih mengedepankan terori-teori yang kadang sulit untuk diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan nyata. Pada umunya siswa hanya mampu menyelesaikan masalah matematika saja tanpa memahami aplikasinya. Akibatnya, siswa sulit memahami matematika.[3] Hal ini terjadi karena karena siswa kurang memhami konsep dalam matematika.
      Penekanan utama pembelajaran matematika yang baik adalah bagaimana agar siswa mengerti atau memahami konsep matemtika dengan baik.
        Sebuah pembelajaran melalui Peta Konsep ditawarkan sebagai salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa. Peta konsep merupakan ilustrsi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan dengan konsep-konsep lain pada katgori yang sama.[4] Dengan kata yang lain, peta konsep merupakan suatu gambar, skema atau bagan yang tersusun atas konsep-konsep yang berkaitan. Konteks Peta Konsep dalam pejaran matematika berarti menorganisir suatu rumus dengan rumus yang lain. Penjelasan materi melalui peta konsep akan memudahkan siswa dalam memahami materi karena disajikan secara sistematis berdasarkan aturan-aturan konsep tertentu. Dengan mengenal konsep dan memahami materi siswa akan mudah mengenali variasi detil dari konsep tersebut, sehingga memudahkannya mengkategorisasi pengetahuan serta siswa dapat termotivasi untuk belajar. Dengan demikian, diharapakan hasil belajar siswa lebih meningkat.
      Menurut Dahar, Peta Konsep (Consept Mapping) memegang peranan penting dalam belajar bermakna. Belajar bermakna adalah suatu proses belajar di mana siswa dapat menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya. Jadi supaya belajar bermakna, maka konsep baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif siswa. Novak dan Govin mngemukakan bahwa cara untuk mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa, supaya belajr bermakna berlangsung dapat dilakukan dengan pertolongan peta konsep.[5]
     Berdasarkan latar belakng di atas, maka penulis mencoba menerapkan peta konsep untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep trigonometri.
B.     Rumusan Masalah
        Berdasarkan permasalah di atas maka penulis dapat merumuskan permasalahn sebagai berikut: “bagaimana penggunaan peta konsep untuk meningkatkan pemahaman terhadap konsep pada materi trigonmetri?
        Berasrkan rumusan masalah di atas, maka diperoleh pertanyaan penelitiannya sebagai berikut?
1.  Bagaimana kemampuan guru dalam mengolola pembelajaran dengan menggunakan peta konsep pada materi trigonometri?
2.  Bagaimana aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan peta konsep pada materi trigonometri?
3.  Bagaiman respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan peta konsep pada materi trigonometri?
4.      Bagaimana hasil belajar siswa pada materi trigonometri dengan menggunakan peta konsep?
C.        Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1.   Untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan peta konsep pada materi trigonometri.
2.   Untuk mengetahui aktivitas siswa pada materi trigonometri selam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan peta konsep.
3.   Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan peta konsep pada materi trigonometri.
4.     Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa yang dicapai dengan menggunakan peta konsep pada materi trigonometri.
D.       Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah:
1.  Membantu siswa dalam memahami materi trigonometri dan dapat memecahkan masalah yang berhubungan denagan materi trigonometri.
2.    Sebagai informasi bagi guru matematiak dalam memilih metode/strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika sesuai dengan kemampuan siswa.
3.  Bagi peniliti, diharapkan dapat memahami dan memiliki kemampuan yang luas tentang metode/strategi pembelajaran khuusnya peta konsep sehingga memiliki keterampilan untuk menerapkannya.
E.        Hipotesis
        Berdasarkan permasalahan di atas maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ho : µ1 = µ2  tidak adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi trigonometri dengan  menggunakan peta konsep
H1 : µ1 ≠ µ2  adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi trigonometri dengan menggunakan peta konsep
            

       


[1] Antonius Cahya Prihandoko, Memahami Konsep Matematiaka Secara Benar Dan Menyajikannya Denagn Benar (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan, 2006), h.1
[3] http://digilip.uinsby.ac.id/8737/bab%201.pdf . diakses pada tanggal 20 November 2015.
[4] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (kencana: 2009), h. 158.
[5] Dahar,R. W, teori-teori belajar, (Jakarta: Bina Aksara,1988), h. 149

Tidak ada komentar:

Posting Komentar